Tulisan Terbaru

STUDI KOMPARASI PERHITUNGAN RETURN DEPOSITO SYARIAH DI BSM DENGAN DEPOSITO KONVENSIONAL DI BANK MANDIRI

UntitledThis study aims to find out: (1) the calculating methode of time-deposit return in BSM and Bank Mandiri, and (2) if BSM or Bank Mandiri gives a better time-deposit return to itself and its customers. The result of this study showed that the return of BSM is higher than that of Bank Mandiri. However, the profit which BSM gets is uncertain because the return which will be given to its customers depends on the income of BSM which gets. It means that the return of mudhârabah time-deposit which BSM gives to its customers is uncertain, whereas the return of time-deposit which Bank Mandiri gives to its customers is certain and almost no any risk will appear. But if the risk of that is lower, its return will be lower too. If it is so, the public will no get a high profit if they avoid any risk, because the higher return they will expect, the higher risk they will face. Risk and return always have a positive relationship. If the public understand this problem, they will choose the Islamic Bank  (BSM) to deposit their money.

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui metode perhitungan return deposito di BSM dan Bank Mandiri, dan (2) untuk mengetahui apakah BSM atau Bank Mandiri yang lebih baik memberikan return deposito kepada deposan dan bank yang bersangkutan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa return deposito di BSM lebih besar dari pada di Bank Mandiri, akan tetapi terdapat ketidakpastian pada BSM dalam memperoleh keuntungan, karena berapa rupiah pendapatan riil yang akan diperoleh deposan sangat bergantung pada pendapatan yang diperoleh BSM. Ini berarti bahwa return deposito mudhârabah di BSM yang diterima deposan tidak pasti. Sedangkan return deposito berjangka di Bank Mandiri pasti dan nyaris tanpa risiko. Namun demikian, jika risikonya kecil maka return-nya juga kecil.  Artinya, masyarakat tidak akan mendapatkan keuntungan yang besar jika mereka menghidari risiko, karena semakin tinggi tingkat return yang diharapkan maka semakin besar pula risiko yang dihadapi. Return dan risiko selalu berbanding lurus. Jika masyarakat memahami hal ini, maka mereka akan memilih Bank Syariah (BSM) untuk mendepositokan uangnya.

Kata Kunci: Return, Risiko, Deposito, BSM, Bank Mandiri.

Selengkapnya dapat dibaca disini

Published: January 5, 2016 | Comments: 0

Optimizing the Competitiveness of Return on Mudhârabah Time Deposit in Improving Public Interest to Invest in Islamic Bank

91

Abstract
The aim of this study is to explain the calculation of return on mudhârabah time
deposit for the depositors of Islamic banks, and the provision of a fair return to the
depositors without leaving any shariah elements. These two issues have become
urgent to be discussed in this study, because if their money is deposited in Islamic
banks, it will increase the amount of funds available in the Islamic bank, and the
amount of funds available directly influence the size of the investment return on
Islamic banks. If the results of the large investment, the returns will be obtained
by the depositors are also large, and vice versa. In addition, it will also create a
sense of calm and peace for themselves, because the money they have deposited
in Islamic bank is not only quaranteed by the gorverment but also the system is
run in accordance with the shariah of Islam.

Selengkapnya dapat dibaca disini

link jurnal disini

Published: December 2, 2015 | Comments: 0

Formulasi Fungsi Maslahah dalam Perilaku Konsumsi Rumah Tangga Muslim

81

Abstrak: Tulisan ini membahas bagaimana fungsi maslahah diformulasikan
dalam perilaku konsumsi rumah tangga, dan persamaannya, yaitu: M = f ( X, Y,
Bx, By). Berdasarkan pada model persamaan ini dapat dijelaskan bahwa maslahah
adalah hasil dari suatu kegiatan atau aktivitas yang dapat menghadirkan berkah.
Karena itu, setiap rumah tangga muslim selalu menaruh perhatian pada maslahah
sebagai tahapan dalam mencapai tujuan ekonominya. Rumah tangga muslim
menggunakan kandungan berkah dalam setiap barang sebagai indikator apakah
barang yang dikonsumsi tersebut akan menghadirkan berkah atau tidak. Rumah
tangga muslim tidak hanya mempertimbangkan manfaat barang yang akan
dikonsumsinya tetapi juga kandungan berkah yang ada dalam barang yang
bersangkutan. Perilaku mencari berkah tercermin dalam perilaku tidak israf
(berlebihan), peduli pada kepentingan orang lain, tidak menipu, dan halal.
Kata Kunci: Rumah Tangga Muslim, Prilaku Kunsumsi, Maslahah, and Berkah.

Selengkapnya dapat dibaca disini

Published: December 2, 2015 | Comments: 0

MODEL PENGEMBANGAN SDM INDUSTRI PERBANKAN SYARIAH PADA ISLAMIC BANKING SCHOOL YOGYAKARTA

72

Abstract
This research aims to find out human resources required by Islamic Banking Industry
in Indonesia and the development of human resources in IBS Yogyakarta. Based on
these, the design used is qualitative descriptive design which is supported with
interview, observation, documentation and library studies in collecting datas. The
datas which were collected, are analysed with descriptive and content analysis. The
result shows that human resources required by Islamic Banking Industry in
Indonesia, are more than bankers. They have to own multi dimension, competence
with integrated sciences. To fulfill this, the development of human resources in IBS
Yogyakarta is desiged with four main competences, namely core, behavior, functional
and manajerial competence.

Selengkapnya dapat dibaca disini

link jurnal disini

Published: December 2, 2015 | Comments: 0

PRINSIP-PRINSIP DASAR AL-QUR’AN TENTANG PERILAKU KONSUMSI

62

Abstrak: Tulisan ini bertujuan untuk mengungkapkan prinsip-prinsip dasar perilaku
konsumsi muslim dalam memanfaatkan nikmat Allah yang diisyaratkan dalam Qs. alA‘râf (7):31 and al-Baqarah (2):168. Meskipun konsumsi secara umum didefinisikan
sebagai penggunaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia, tetapi seorang
muslim tidak dapat begitu saja memutuskan untuk mengkonsumsi suatu barang atau jasa
tanpa mempertimbangkan prinsip-prinsip dasar konsumsi yang diisyaratkan dalam Qs. alA‘râf (7):31 dan al-Baqarah (2):168. Prinsip-prinsip dasar tersebut adalah proporsional,
peduli terhadap kebutuhan orang lain, halal dan baik, dan hidup sederhana. Hal itu sesuai
dengan tujuan muslim untuk tidak hanya memikirkan kesejahteraan saat ini, tetapi juga
masa depan dan akherat.

Selengkapnya dapat dibaca disini

link jurnal disini

Published: December 2, 2015 | Comments: 0

KRITIK ABDULLAH SAEED TERHADAP PRAKTIK PEMBIAYAAN MURABAHAH PADA BANK ISLAM

321

Abstrac: This paper is aimed at discussing the critical view of
Abdullah Saeed as far as murabahah is concerned. For Saeed, this
banking practice, which is adapted and adopted from Syari’ah has
caused a lot of controversies. The basic question that a man like him
asks is, does this Syari’ah banking system really make a difference?
Nonetheless, it is this Syari’ah-based banking product that dominated
the whole Islamic banking system in the great majority of Islamic
countries. Investigating the nature of this product becomes therefore
both strategic and important so as to have a better and proper
understanding of it. This proper understanding will in turn influence
the way this product is promoted and sold to the public in line with the
values of Syari’ah. The paper will also compare murabahah with the
similar banking practices in the conventional banks
Keywords: Murabahah, convenstional bank, shariah, financing

Selengkapnya dapat dibaca disini

Published: December 2, 2015 | Comments: 0

KEADILAN EKONOMI BAGI TENAGA KERJA WANITA

213

Topic mengenai perempuan dalam Islam telah banyak diulas oleh banyak
cedekiawan, namun tidak satupun diskusi tersebut terkait dengan persoalan
Tenaga Kerja Wanita (TKW) di luar negeri. Artikel ini mendiskusikan status
perempuan dalam Islam, utamanya mengenai hak bekerja bagi perempuan.
Namun demikian, semakin besarnya angka perempuan bekerja, semakin
bertambah pula angka kekerasan terhadap perempuan, utamanya yang
menimpa TKW. Karena itu, penulis berpendapat TKW harus lebih dahulu
dibekali dengan skil dan mengerti hak mereka sebelum berangkat ke luar
negeri untuk bekerja.
Kata Kunci: TKW, perempuan, keadilan ekonomi, eksploitasi

Selengkapnya dapat dibaca disini

Published: December 2, 2015 | Comments: 0

VITALISASI SISTEM EKONOMI ISLAM MENUJU KEMANDIRIAN PEREKONOMIAN UMAT

546

Abstrak: Sistem ekonomi Islam memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya
dari sistem ekonomi hasil penemuan manusia, di antaranya ekonomi merupakan
bagian dari sistem Islam secara integral, dan ekonomi menurut Islam merealisir
keseimbangan antara kepentingan individu dan kepentingan umum, seiring
dengan itu Islam juga memberikan kebebasan kepada individu dalam berekonomi.
Dalam upaya menyempurnakan pengakuan Islam terhadap kebebasan ekonomi,
Islam telah memberikan wewenang kepada negara untuk ikut campur dalam
fungsionalisasi sistem ekonomi Islam. Artinya, persoalan-persoalan yang
berkenaan dengan masalah ekonomi telah disinyalir dalam Islam. Sehingga bisa
disimpulkan bahwa aturan Islam tentang ekonomi termasuk aturan yang sempurna
dan lengkap. Oleh karena itu, pengaplikasian sistem ekonomi Islam dalam tatanan
perekonomian umat kemungkinan besar akan lebih membawa kepada
kesejahteraan dan kemaslahatan umat itu sendiri.
Kata Kunci: Ekonomi, islam, sistem, umat.

Selengkapnya dapat dibaca disini

link jurnal disini

Published: December 2, 2015 | Comments: 0

REKONSTRUKSI PEMBELAJARAN EKONOMI ISLAM PADA PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM (Antisipasi Pengembangan ke Depan)

254

ampai saat ini, setidaknya studi ekonomi Islam masih berkiblat pada tiga
mazhab besar, yaitu: mazhab Baqir As-sadr, mazhab Main Stream dan mazhab
Alternatif Kritis. Menurut Adiwarman Karim, mazhab Baqir As-Sadr berpendapat
bahwa ilmu ekonomi dan Islam tidak akan pernah bisa sejalan. Ekonomi tetap
ekonomi dan Islam tetap Islam. Untuk menguatkan argumentasinya, Adiwarman
mengatakan jika ilmu ekonomi muncul karena keinginan manusia yang tidak terbatas
sementara sumber daya yang tersedia untuk memuaskan keinginan manusia terbatas.
al-Qur’an menurut Sadr menolak pernyataan ini. Islam tidak mengenal sumber daya
terbatas sebagaimana yang dinyatakan al-Qur’an. Masalah ekonomi menurut Sadr
muncul karena keserakahan manusia. Lebih ekstrim dari itu, Sadr juga menolak
istilah ekonomi Islami. Istilah yang tepat adalah al-Iqtisad yang makna asalnya
adalah keseimbangan (equilibrium).

Selengkapnya dapat dibaca disini

Published: December 2, 2015 | Comments: 0

Pengelolaan Keuangan Keluarga Secara Profesional Dalam Mewujudkan Keluarga Sakinah

1251

ABSTRAK

This study aims to discuss about financial management for family profesionally
which is based on the prinsiples of Islam. The financial management for family is
very urgent to discuss deeply because it became one of very important instruments
to realize a happy family according to Islam. If this could be appllied well, broken
home in a family which will bring divorce could be avoided as minimal as
possible. In Islam, managing money should be directed to realize virtue as much
as possible. Based on this, we have to spend our money to realize virture. This
attitude will give us a framework that according to Islam making financial
planning for family profesionally has to reach a very nice top goal called FALAH
(living prosperously in the world and in the hereafter), avoiding gambling,
avoiding monkey business, avoiding usuary, avoding exploitation for someone
else, prefering alms giving, and avoiding wasful nature.

Selengkapnya dapat dibaca disini

Published: December 2, 2015 | Comments: 0