Tulisan terbaru

ISYARAT AL-QUR’AN TENTANG PENGENTASAN KEMISKINAN Perspektif Pendidikan Islam

Eksistensi al-Qur’an sebagai wahyu Ilahi yang berasal dari dimensi metafisik lalu turun menyapa manusia pada dimensi fisik merupakan suatu isyarat bahwa di dalamnya terdapat konsep pemberdayaan bagi manusia termasuk pemberdayaan supaya bisa lepas dari jerat kemiskinan. Oleh karena itu, buku ini mengangkat judul “Isyarat al-Qur’an tentang Pengentasan Kemiskinan: Per-spektif Pendidikan Islam” sebagai sebuah rujukan alternatif dalam memaksimalkan penghayatan isi al-Qur’an dalam kaitannya dengan pengentasan kemiskinan dengan melakukan refleksi atas konsep pendidikan Islam

Selengkapnya :

http://stainwatampone.ac.id/buku/ISYARAT-AL-QURAN-TENTANG-PENGENTASAN-KEMISKINAN_Perspektif-Pendidikan-Islam.pdf

Published: November 23, 2016 | Comments: 0

Kisah Nabi Sulaiman dalam Al-Qu’ran dan Relevansinya dengan Pendidikan Islam

amir-kisah-nabi-sulaeman

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata pendidikan berasal dari kata didik yang berarti memelihara, memberi latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Kemudian kata tersebut mendapat awalan pe- dan akhiran -an, menjadilah pendidikan yang berarti proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Dalam bahasa Arab kata pendidikan biasa diistilahkan dengan tarbiyah, ta’di>b, ta’li>m, taz\kiyah dan taz\kirah yang secara keseluruhan berarti memelihara, membina, mengajarkan, menyucikan jiwa dan mengingatkan manusia terhadap hal-hal yang gaib.

Dari segi istilah menurut H.M. Arifin pendidikan merupakan proses budaya manusia untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia dan berlangsung sepanjang hayat yang dilaksanakan di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.‛3 Hasan Langgulung mengemukakan bahwa pendidikan adalah ‚suatu proses yang mempunyai tujuan yang biasanya diusahakan untuk menciptakan pola-pola tingkah laku tertentu pada kanak-kanak atau orang yang sedang dididik‛. 4 Menurut Rasyid Ridha pendidikan adalah bimbingan daya manusia baik jasmani, akhlak maupun jiwa yang menjadikannya tumbuh dan berkembang serta bergerak sehingga sampai kepada kesempurnaan dirinya.  Ambo Enre Abdullah mengutip UU No. 20/2003 mengemukakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak muliah serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat  bangsa dan negara.6 Sedangkan menurut M. Ngalim Purwanto pendidikan adalah ‚segala usaha orang dewasa dalam pergaulan dengan anak-anak untuk memimpin perkembangan jasmani dan rohaninya kearah kedewasaan.  Definisi ini menggambarkan bahwa pergaulan menjadi bagian dari proses pendidikan. Dari uraian di atas, dapat dipahami bahwa demikian pentingnya proses pendidikan bagi kehidupan umat manusia, baik pendidikan formal, non formal maupun informal, karena dengan pendidikan manusia akan memperoleh kesempurnaan dirinya.

Selengkapnya :

http://stainwatampone.ac.id/buku/KISAH-NABI-SULAIMAN-DALAM-AL-QURAN-DAN-RELEVANSINYA-DENGAN-PENDIDIKAN-ISLAM.pdf

Published: November 23, 2016 | Comments: 0

Metode Pendidikan dalam Al-Qur’an

amir-metode-pendidikan-dalam-alquran

DALAM Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa metode adalah “cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan guru mencapai tujuan yang telah ditentukan”. Seiring dengan itu, Muhammad Yunus mengatakan metode adalah “jalan yang hendak ditempuh oleh seorang supaya sampai kepada tujuan tertentu, baik dalam lingkungan perusahaan atau perniagaan, maupun dalam kupasan ilmu pengetahuan dan lainnya.

Pendidikan adalah “proses bimbingan manusia dari kegelapan, kebodohan, kecerdasan pengetahuan”.  Hasan Langgulung mengemukakan bahwa pendidikan adalah “suatu proses yang mempunyai tujuan yang biasanya diusahakan untuk menciptakan pola-pola tingkah laku tertentu pada kanak-kanak atau orang yang sedang dididik”. Rasyid Ridha mengemukakan bahwa pendidikan adalah “bimbingan daya manusia baik jasmani, akhlak, maupun jiwa yang menjadikannya tubuh dan berkembang serta bergerak sehingga sampai kepada kesempurnaan dirinya”

Selengkapnya :

http://stainwatampone.ac.id/buku/

Published: November 23, 2016 | Comments: 0

MEMBUMIKAN : KONSEP PENDIDIKAN QUR’ANI

15133963_10207462043091133_178359699_o

Pendidikan hingga kini masih dipercaya sebagai media yang sangat ampuh dalam membangun kecerdasan sekaligus kepribadian anak manusia menjadi yang lebih baik. Oleh karena itu, pendidikan dibangun dan dikembangkan secara terus menerus agar proses pelaksanaannya menghasilkan generasi yang dapat bertanggung jawab, baik terhadap Allah swt., sesama manusia maupun lingkungannya, terutama dalam menghadapi zaman yang terus berkembang di era kecanggihan teknologi dan komunikasi. Oleh karena itu, upaya menyiapkan sumber daya manusia yang cerdas, terampil, mandiri dan berakhlak mulia adalah sesuatu keniscayaan yang terus menerus dilakukan melalui proses pendidikan.1

Dengan demikian, proses pendidikan harus terus menerus dievaluasi dan diperbaiki, sehingga dapat menghasilkan peserta didik yang diharapkan, yakni peserta didik yang memiliki kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual. Ketiga kecerdasan ini, pada dasarnya, merupakan potensi sekaligus kelengkapan yang terdapat dalam diri manusia. Potensi intelektual dijelaskan oleh Allah swt. antara lain dalam QS. AlBaqarah/2: 31

Selengkapnya :

http://stainwatampone.ac.id/buku/

Published: November 23, 2016 | Comments: 0

Pendidikan Karakter Menurut Al-Qur’an

Pada dasarnya pendidikan karakter adalah sebuah pendidikan yang telah dicontohkan Rasulullah SAW, dalam membangun umat. Keteladanan yang memikat dan dakwah yang simatik sesuai ucapan dan perbuatan merupakan karakter yang melekat pada diri Rasulullah SAW.

Selengkapnya dapat dibaca disini

Published: Februari 16, 2015

Pendidikan Keluarga Menurut Al-Qur’an

Terlepas dari perbedaan pendapat tentang status LUkman, yakni apakah beliau Nabi atau hanya orang saleh, yang pasti bahwa beliau diberikan oleh Allah SWT, predikat al-Hakim yang diabadikan dalam Al-Qur;andalam surah Lukman, menunjukkan bahwa Lukman adlaah orang yang mendalami ilmunya dijadikan sebagai sumber inspirasi bagi orang yang datan sesudahnya, terutama nasiha beliau kepada anaknya yang kemudian diistilahkan dengan pendidikan keluarga.

Selanjutya Jurnal dapat dibaca disini

Published: Februari 16, 2015

Eitika berwisata perspektif pendidikan islam

Berbicara tentang wisata bukanlah hal yang baru di abad modern ini, serta bukan pula hanya hasil rekayasa nalar manusia, tetapi dia lahir bersamaan dengan lahirnya umat manusia dan diperkuat dengan isyarat-isyarat al-Qur’an al-Karin sejak lma belas abad yang lalu, bagi umat islam, tida ada keraguan baginya, bahkan tidak ada alternatif lain kecuali menjadikan al-Qur’an sebagai petunjuk dari segala aktivitasnya, termasuk kegiatan wisata. Karena memang al-Qur’an diturunkan oleh Allah sebagai petunjuk bagi umat manusia.
Mudah-mudahan kehadiran buku ini benar-benar dirsakan manfaatnya oleh para pembaca, khususnya stakeholder pariwisata di indonesia, dimana sangat perlu perlaksanaan wisata yang bermoral dan bermartabat berdasarkan al-Qur;an, sehingga mereka yang terlibat dalam proses pelaksanaan wisata (wisatawan atau pengelola wisata) bersikap rendah hati ketika bersiwata, saling meghormati dan menghargai, tidak menampakkan auratnya, saling menjaga hubungan lawan jenis yang bukan muhrimnya, serta menjauhkan diri dari praktek seks sebagaimana yang banyak terjadi sekarang ini.

Selengkapnya disini

Published: Januari 27, 2015

Wisata dalam wawasan Al-Qur’an

Apa yang penulis paparkan dalam buku ini merupakan hasil pengamatan dan penelitian penulis dalam mengkaji salah satu tema dalam al-Qur’an yaitu wisata, yang mungkin masih perlu didiskusikan atau didialogkan lebih jauh lagi. Apabila sidang pembaca mendapakan hal berbeda dengan uraian penulis dalam buku ini, maka itu merupakan ragam pemikiran penulis, demikian pula bila hal yag belum dikupas dalam buku ini maka merupakan peluang bagi semua pihak untuk memperluas wawasan tentang tema kajian ini dan akan lebih menambah khazanah dalam keilmuan islam.

Harapan besar penulis semoga karya ini dapat bermanfaat dan berguna bagi para pemikir khususnya para pemikir islam. Juga semoga berguna kepada pribadi penulis. Paling tidak, tulisan ini bisa

Selengkapnya disini

Published: Januari 27, 2015

IMPELEMENTASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM SURAH ALI ‘IMRAN PADA MTsN WATAMPONE

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan wujud nilai-nilai pendidikan dalam surah Ali ‘Imran dan impelemtasinya pada Madrasah Tsanawiyah Negeri Watampone, yang secara ideal semua proses pendidikan pada madrasah tersebut berdasar pada Al-Qur’an, sebagai dasar normatif pendidikan islam yang salah satu didalamnya adalah surah Ali ‘Imran. Untuk menemukan data yang akurat dipergunakan beberapa metode di antaranya, metode pedekatan pedagogis dan psikologis, sedangkan pengumpulan datanya dilakukan melalui library research dan field research, dan diolah dengan metode kualitatif serta dianalisis dengan content analsis dan concept analysis. Hasil penelitian ditemukan tujuan, fungsi, dan metode pendidikan yang terdapat dalam surah Ali ‘Imran. Lalu dikaitkan dengan impelementasinya pada MTsN Watampone. Para guru dan sisiwa yang ditunjuk sebagai sampel searah pendapatnya bahwa sesungguhnya nilai-nilai pendidikan dalam surah Ali ‘Imran telah terimplementasi dengan baik pada madrasah tersebut, namun masih perlu penyempurnaan, terutama ada mata pelajaran tertentu yang bukan mata pelajaran pendidikan agama islam (PAI).

Selengkapnya : Jurnal Al-Qalam (Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar R.I)

Published: Januari 14, 2015

KISAH NABI IBRAHIM DALAM AL-QUR’AN DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN ISLAM

Abstrak

The history of Prophet Ibrahim in the Holy Qur’an consists of many normatif guidances from Allah swt. for humans to strengthen their existence as His khalifah on the world. In line with Islamic education, the purpose, the subject and the object, as well as the method of Islamic education are described explicitly in the history of Prophet Ibrahim in the Holy Qur’an. The purpose of Islamic education is described in how Prophet Ibrahim finally understands that the final purpose of all humans’ efforts is tauheed supported by belief and taqwa. The subject of Islamic education is described in how Prophet Ibrahim summons tauheed values to his community where he is the subject that is always guided by Allah swt. that puts him as the object. The methods of Islamic education are described in many methods that Prophet Ibrahim uses to summon tauheed values to his community consisting of discussion, modeling, advice/question-answer.

Selengkapnya : Jurnal Ekspose STAIN Watampone

Published: Maret 14, 2014